Kekalahan tersebut memperpanjang catatan buruk Manchester United menjadi sembilan pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi, dengan rincian tiga hasil imbang dan enam kekalahan.
Dalam periode tersebut, performa United merosot hingga menempati peringkat ke-17 klasemen sementara. Mereka hanya berada di luar zona degradasi berkat keunggulan selisih gol setelah mengumpulkan tujuh poin dari sembilan pertandingan.
Menanggapi situasi mantan timnya, Ten Hag mengingatkan bahwa persaingan di Liga Inggris sangat ketat. Menurutnya, sebuah tim bisa terjebak dalam tren negatif apabila gagal segera memperbaiki performa.
"Di Liga Premier, hal itu tentu saja mungkin, karena semua tim memang kuat. Semua tim itu kuat, dan semuanya memiliki manajer yang bagus. Dan jika Anda sampai berada di pihak yang salah sekali dan benar-benar terjebak dalam lingkaran setan itu, ya, maka itu bisa menjadi sangat, sangat sulit," kata Ten Hag kepada ESPN di Belanda.
Manchester United berpotensi semakin terancam apabila gagal meraih hasil positif saat menjamu Aston Villa di Old Trafford, Minggu (8/11/2026), sebelum jeda internasional November.
Posisi di peringkat ke-17 setelah sembilan pertandingan awal juga disebut mengingatkan pada periode sulit klub pada musim 1989/1990. Sejak terdegradasi pada 1974 dan kembali promosi setahun kemudian, United disebut belum pernah berada di posisi tersebut hingga pekan kesembilan sejak November 1986.
Ten Hag kemudian menyinggung pencapaiannya selama menangani Manchester United. Ia menilai tim yang dibesutnya mampu memberikan hasil dan prestasi yang tidak bisa diabaikan, meskipun masa kepelatihannya juga diwarnai tekanan.
"Saya rasa kami bermain cukup baik melawan United. Saya rasa kami bermain lebih dari cukup baik... Kami tidak mungkin bisa bermain lebih baik lagi. Sebelum kami datang, sudah enam tahun mereka tidak memenangkan trofi. Lihatlah posisi mereka sekarang. Kami sudah enam kali ke Wembley, kami bermain di dua final Piala FA," tambahnya.
Selama menangani Manchester United, Ten Hag mempersembahkan gelar Piala EFL dan Piala FA. Ia menggunakan pencapaian tersebut untuk menegaskan bahwa periode kepemimpinannya turut memberikan kontribusi bagi klub.
Kini, Manchester United menghadapi tekanan untuk segera mengakhiri rentetan hasil buruk. Kegagalan meraih poin saat menghadapi Aston Villa berpotensi membuat posisi mereka semakin dekat dengan zona degradasi.***
